Attribut Peta Kawasan Hutan dan Penutupan Lahan


Yang pernah mengerjakan Peta Kehutanan pasti sudah tidak asing dengan simbol-simbol yang akan saya tulis berikut ini. Postingan ini bertujuan untuk sekedar mengingat lagi siapa tahu ada yang lupa. Mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dan ada yang ingin menambahkan:

1. Fungsi Kawasan

    1001 = HL = Hutan Lindung
    1002 = HSAW = Hutan Suaka Alam dan Wisata
    1003 = HP = Hutan Produksi
    1004 = HPT = Hutan Produksi Terbatas
    1005 = HPK = Hutan Produksi Konversi
    1006 = HNB = Hutan Negara Bebas
    1007 = APL = Areal Penggunaan Lain
    1009 = HFK = Hutan Fungsi Khusus
    10021 = CA = Cagar Alam
    10022 = SM = Suaka Margasatwa
    10023 = TB = Taman Buru
    10024 = TN = Taman Nasional
    10025 = TWA = Taman Wisata Alam
    10026 = THR = Taman Hutan Rakyat
    100201 = HSAD = Hutan Suaka Alam Darat
    100202 = HSAL = Hutan Suaka Alam Laut
    100251 = TWAL = Taman Wisata Alam Laut
    100241 = TNL = Taman Nasional Laut
    100221 = SML = Suaka Margasatwa Laut
    100211 = CAL = Cagar Alam Laut
    5001 = A = Air/Danau/Sungai

2. Penutupan Lahan

    2001 = Hp = Hutan Primer
    2002 = Hs = Hutan Sekunder
    2004 = Hmp = Hutan Mangrove
    2005 = Hrp = Hutan Rawa Primer
    2006 = Ht = Hutan Tanaman
    2007 = B = Belukar
    2010 = Pk = Perkebunan
    2012 = Pm = Pemukiman
    2014 = T = Lahan Terbuka
    2500 = Aw = Awan
    3000 = S = Savana
    5001 = A = Air
    20041 = Hms = Hutan Mangrove Sekunder
    20051 = Hrs = Hutan Rawa Sekunder
    20071 = Br = Belukar Rawa
    20091 = Pt = Pertanian Lahan Kering
    20092 = Pc = Pertanian Lahan Kering Campur Semak
    20093 = Sw = Sawah
    20094 = Tm = Tambak
    20121 = Bdr = Bandara
    20122 = Tr = Transmigrasi
    20141 = Tb = Pertambangan
    50011 = Rw = Rawa

Multiple Layout di ArcGIS Menggunakan XTools Pro 8

DataEast baru saja merilis XTools Pro 8, extension ArcGIS yang powerful untuk berbagai kebutuhan operasi data spasial seperti vector spatial analysis, shape conversion,  serta table management tools.  Salah satu fitur terbaru di XTools Pro 8 adalah Multiple Layout di dalam single ArcMap project (*.mxd).


Gambar diatas (klik untuk memperbesar) adalah tampilan dua layout berbeda dalam satu MXD file. Hal ini dimungkinkan karena di XTools Pro 8 terdapat tools baru yaitu Multiple Layout Manager yang digunakan untuk melakukan pengaturan layout, seperti penambahan layout baru, hapus layout yang ada, serta mengaktifkan salah satu layout. Selain tersimpan dalam satu file MXD, user juga diberi pilihan untuk menyimpan satu atau lebih layout menjadi file MXD dengan nama yang lain. Dibawah ini adalah gambar saat saya mengaktifkan salah satu layout di jendela Multiple Layout Manager XTools Pro 8.


Dengan multiple layout di ArcGIS menggunakan XTools Pro 8 ini, satu layout bisa terdiri atas beberapa dataframe, bahkan user bisa melakukan copy-paste antara layout satu dengan layout lainnya, baik itu untuk dataframe, layer maupun untuk graphic (text & drawing). Termasuk juga copy-paste untuk North Arrow, Scale (bar & text), picture dan object yang di insert ke layout. Caranya cukup mudah, aktifkan layout yang akan di copy layer atau graphic-nya, pilih layer/graphic tersebut, klik kanan pilih copy. Lalu aktifkan layout yang akan dijadikan tujuan, paste di layout yang aktif tersebut.
Salah satu lagi yang menarik dari rilis ArcGIS Extension XTools Pro 8 ini adalah kompabilitasnya,  dimana XTools Pro 8.x ini kompatibel dengan versi 9.2, 9.3, 9.3.1 and ArcGIS 10. Fitur- fitur terbaru di XTools Pro 8 selain Multiple Layout bisa Anda lihat di situs http://www.xtoolspro.com/. Link download XTools Pro 8 untuk trial 14 hari tersedia juga di situs yang sama.

Sumber: http://www.inigis.com/multiple-layout-di-arcgis-menggunakan-xtools-pro-8/2924

PETA TOPOGRAPHY INDONESIA


Berikut ini adalah link downoad PETA TOPOGRAPHY INDONESIA

Standar Pemetaan Bakosurtanal

Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan standardisasi bidang informasi geografis / geomatika:

1. Pedoman Standardisasi
Dokumen-dokumen yang merupakan pedoman dalam menyusun SNI yang berasal dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), pedoman Panitia teknis (Pantek) bidang informasi geografis/geomatika dan juga pedoman lain yang terkait dengan penyusunan standar.

2. Standar Nasional Indonesia (SNI)
Dokumen SNI bidang informasi geografis/geomatika yang telah dihasilkan oleh Pantek 07-01.
  • SNI 19-6502.1-2000 2000 Spesifikasi Teknis Peta Rupabumi Indonesia Skala 1:10.000
  • SNI 19-6502.2-2000 2000 Spesifikasi Teknis Peta Rupabumi Indonesia Skala 1:25.000
  • SNI 19-6502.3-2000 2000 Spesifikasi Teknis Peta Rupabumi Indonesia Skala 1:50.000
  • SNI 19-6502.4-2000 2000 Spesifikasi Teknis Peta Rupabumi Indonesia Skala 1:250.000
  • SNI 19-6724-2002 2002 Jaring Kontrol Horizontal
  • SNI 19-6725-2002 2002 Peta Lingkungan Bandar Udara Indonesia Skala 1:25.000
  • SNI 19-6726-2002 2002 Peta Dasar Lingkungan Pantai Indonesia Skala 1:50.000
  • SNI 19-6727-2002 2002 Peta Dasar Lingkungan Pantai Indonesia Skala 1:250.000
  • SNI 19-6728.1-2002 2002 Penyusunan Neraca Sumber Daya – Bagian 1: Sumber Daya Air Spasial
  • SNI 19-6728.2-2002 2002 Penyusunan Neraca Sumber Daya – Bagian 2: Sumber Daya Hutan Spasial
  • SNI 19-6728.3-2002 2002 Penyusunan Neraca Sumber Daya – Bagian 3: Sumber Daya Lahan Spasial
  • SNI 19-6728.4-2002 2002 Penyusunan Neraca Sumber Daya – Bagian 4: Sumber Daya Mineral Spasial
  • SNI 19-6988-2004 2004 Jaring Kontrol Vertikal dengan Metode Sipatdatar
  • SNI 19-7149-2005 2005 Jaring Kontrol Gayaberat

3. Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI)
Dokumen RSNI bidang informasi geografis/geomatika yang diusulkan dan dirumuskan oleh Pantek 07-01 melalui instansi teknis penanggung jawab untuk ditetapkan menjadi SNI oleh BSN.
4. Norma Pedoman Prosedur Standar dan Spesifikasi
Ketentuan dalam lingkup Bakosurtanal berupa norma, pedoman, prosedur, standard dan spesifikasi bidang informasi geografis/geomatika.

5. Standar Klasifikasi Internasional / International Classification Standard (ICS)
Tujuan dari ICS adalah sebagai suatu struktur untuk katalog standar-standar internasional, regional dan nasional, serta dokumen normatif lainnya. Selain itu juga ICS merupakan dasar untuk sistem pengurutan untuk standar internasional, regional, dan nasional. ICS dapat juga digunakan untuk mengklasifikasikan standar dan dokumen-dokumen normatif dalam basis data, perpustakaan dan lain sebagainya.

6. Standar Internasional (ISO) / Regional
Dokumen standar internasional (ISO) dan juga standar-standar nasional dari negara lain dalam bidang informasi geografis/geomatika:
Standar ISO:

Standar Malaysia :
Standar Permanent Committee on GIS Infrastructure for Asia and the Pacific
( PCGIAP):
Dataset Fundamental Regional:

Diambil dari bakosurtanal.go.id

Contact Form

Name

Email *

Message *